banner image
banner image

Sinopsis Arthdal Chronicles Episode 1 Part 1


Di sebuah hutan, seorang wanita sedang tertidur bersama bayi laki-lakinya. Tiba-tiba seekor ular putih datang mendekat dan siap untuk mematuk sang bayi. Namun kemudian, mata si bayi berubah menjadi ungu.


Setting berpindah. Tempat itu adalah Arth.

Sekumpulan pemuda berlari. Mereka memburu sesuatu yang bergerak dengan sangat cepat dan satu-persatu membunuh teman-temannya. Seorang pemuda yang tersisa berusaha memadamkan api agar keberadaannya tak terlihat, tapi sesuatu itu muncul di belakangnya. Ternyata sesuatu itu adalah seorang laki-laki Nweantal.

Anak panah ditembakkan ke arah mereka. Laki-laki Nweantal itu kabur dan bala bantuan datang. Mereka berlari ke arah Nweantal kabur untuk membunuhnya.

Setting kembali berpindah. Kali ini di atas tebing. Beberapa orang berdiri menunggu kedatangan Nweantal. Saat para Nweantal datang, pihak Arthdal mengajukan sebuah kerja sama. Penutup meja dibuka. Terdapat kacang, jelai, gandum, dan bawang putih. Itu semua merupakan hasil pertanian pihak Arthdal. Mereka mengajak untuk membangun sebuah bangsa bersama. Namun, Nweantal menolak lalu pergi dari sana.


“Bagaimana hasilnya?” tanya seseorang pada mereka yang baru saja kembali dari pertemuan.

“Bicara dengan mereka jelas sia-sia.”

“Lalu, bagaimana sekarang?”

“Menurutmu apa? Artinya perang.”

“Apa? Bagaimana kita akan melawan mereka? Mereka monster.”

Asa Hon menambahkan bahwa mereka akan mencoba membujuk Nweantal sekali lagi dengan mengirimkan hadiah.

Moo Baek berjalan mendekati Ta Gon muda yang sedang bermain dengan burung. Ia memberitahu negosisasi gagal. Reaksi Ta Gon sama. Ini tanda untuk perang.

Setiap setahun sekali, Nweantal akan berkumpul untuk merayakan bulan sabit. Festival tersebut berlangsung selama tujuh hari. Dan itu merepakan kesempatan emas untuk Arthdal.

Arthdal mengirimkan hadiah yang sudah dijangkiti dengan virus yang nantinya bisa membunuh para Nweantal. Asa Hon dijadikan tumbal karena bertindak sebagai perwakilan untuk mengirimkan hadiah. Ia melihat seorang Nweantal meninggal, tapi ia berhasil menyelamatkan bayi Nweantal yang masih hidup. Saat itu pula ia tahu bahwa Atturad akan dibakar oleh pasukan Arthdal.

Kebakaran besar terjadi di Atturad. Korban Nweantal berjatuhan.


Asa Hon tidak mau pergi karena tipu muslihat yang dilakukan kaumnya. Ragaz membunuh seorang pengawal di depan mata Asa Hon dan mengatakan bahwa bangsa Arthdal sangat jahat. Ragaz terjatuh, Asa Hon melihat bayi yang digendongnya dan menyuruhnya agar segera pergi. Asa Hon meminta maaf. Ia mengajukan ide untuk menyelamatkan para anak-anak bersama.

Panah api terus ditembakkan oleh bangsa Arthdal. Mereka juga membunuh para Nweantal yang berusaha menyelamatkan diri. Dan akhirnya, perang pun dimenangkan oleh kaum Arthdal. Perburuan besar untuk membunuh Nweantal yang tersisa dimulai.

Moo Baek bersama anak buahnya sedang memburu Nweantal. Ragaz menyembunyikan seorang bayi tak jauh dari sana. ia lalu berjalan ke arah Moo Baek dan memunculkan dirinya. Pasukan Moo Baek mulai menyerang. Tapi, Ragaz cepat dan berhasil membunuh beberapa orang di antara mereka.

Seorang bocah Nweantal mengintip dari balik semak-semak. Saat pertempuran sengit antara Ragaz dan Moo Baek, ia berlari menjauh. Ia ingin memberitahu pada Asa Hon.


Asa Hon bermimpi. Dalam mimpinya, ia diminta untuk menyerahkan bayinya karena terlahir di hari Komet Biru terlihat. Dan bayi tersebut akan membawa bencana. Asa Hon menolak. Suara itu menginginkan agar Asa Hon memilih antara bayi itu, kakak dari bayi itu, atau ayah dari bayi tersebut. Suara itu menyuruh Asa Hon agar lari sejauh mungkin dan jangan kejar orang yang menyanyi.

Asa Hon bangun. Ia teringat bayinya, Eun Sum, tapi sudah tidak ada di sebelahnya. Ia keluar dan melihat seorang anak laki-laki sedang menggendongnya. Anak laki-laki itu mengatakan jika demam Eun Sum sudah turun. Asa Hon segera mengambil Eun Sum.

Bocah yang tadi melihat pertarungan Ragaz dan Moo Baek datang. Ia memberitahu Asa Hon perihal apa yang dilihatnya. Asa Hon lalu teringat pada mimpinya. Asa Hon ingin ke sana dan membawa bayinya. Tapi, anak laki-laki menyarankan agar Asa Hon menyerahkan sang bayi padanya. Jika Asa Hon pergi sendiri, ia bisa selamat karena sukunya tidak akan membunuh klan Asa. Asa Hon menolak dan tetap membawa bayinya.

Pertarungan antara Ragaz dan Moo Baek masih berlanjut. Karena kalah jumlah, Ragaz pun kalah. Ia mati terbunuh. Sebelum mati ia berkata, “Semalam aku bermimpi. Kulihat kiamat suku kalian. Kalian akhirnya akan saling membunuh.”


Para Arthdal yang mengerubunginya membicarakan tentang apa yang Ragaz katakan. Moo Baek penasaran siapa yang memanah Ragaz. Itu adalah Ta Gon. Ta Gon muncul dan semua orang di sana langsung duduk bersujud. Mereka memuji Ta Gon karena behasil membunuh Nweantal dengan sekali anak panah.

“Aku memulai perang ini. Aku tak bisa cuma diam melihat. Mulai kini, aku sendiri yang akan memimpin perburuan. Ini perintah langsung ayahku, Sanung Niruha,” kata Ta Gon.

Ta Gon mendekati salah satu pasukannya yang terluka. Ia memegang tangannya. Prajurit yang akan mati meminta Ta Gon melakukan ritual Ollimsani untuknya. Seharusnya hanya pendeta dan klan Asa yang melakukannya. Tapi, Ta Gon tetap mau melakukannya. Dan para prajurit lainnya pun terpaksa mengikuti perintah Ta Gon. Sebagai akhir dari ritual, Ta Gon menusuk leher sang prajurit dengan pisau.


Ta Gon meminta untuk mengumpulkan para prajurit yang sudah mati. Seseorang berkomentar bahwa Ta Gon mengingatkannya pada Aramun, pendiri Arthdal. Ta Gon menjawab ia adalah Ta Gon bukan Aramun, kemudian meninggalkan mereka.

Sepeninggal Ta Gon, Moo Baek berkata pada orang yang berkomentar pada Ta Gon tadi untuk jangan mendukung Ta Gon karena hanya klan Asa yang boleh melakukan Ollimsani. Ia mengelak dan mengatakan Moo Baek hanya iri padanya karena Ta Gon lebih percaya dirinya. Moo Baek tidak ingin berdebat lebih jauh dengannya.

Asa Hon mengintip dari balik pepohonan.


Ta Gon merasa ada yang aneh. Ia berjalan ke satu arah dan menemukan seorang bayi di sana. Itu adalah Igutu, bayi campuran antara manusia dan Nweantal. Ternyata Ta Gon ingin menyelamatkan bayi tersebut. Ia membunuh dua pengawalnya agar tidak ada saksi mata. Tapi, Asa Hon melihat semuanya. Ta Gon pergi membawa sang bayi. Dan ketika itu, Asa Hon mendengar nyanyian Ta Gon. Asa Hon kembali teringat pada mimpinya.

Sinopsis Arthdal Chronicles Episode 1 Part 1 Sinopsis Arthdal Chronicles Episode 1 Part 1 Reviewed by Liku Kata on Juni 11, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.